Pemikiran Islam

Bagaimana Sebenarnya Gender Dalam Islam? (part 4)

Wednesday, March 10, 2010
By Muhammad Makmun

Penafsiran Beberapa Tokoh Islam Terhadap Wanita Pada Masa Abu Bakar Ash-Shidiq Pada masa Abu Bakar, perlakuan terhadap wanita tidak jauh berbeda dengan masa nabi Muhammad ketika masih hidup. Akan tetapi ada beberapa hal yang berbeda, antara lain: isteri-isteri Muhammad tetap tinggal di serambi masjid, secara finansial, mereka mendapatkan dari hasil kerja sendiri seperti Sawda’ yang membuat... »

Bagaimana Sebenarnya Gender Dalam Islam? (part 3)

Wednesday, March 10, 2010
By Muhammad Makmun

Wanita Perspektif Al-Qur’an Secara ontologis, masalah-masalah substansial manusia tidak diuraikan panjang lebar dalam al-Qur’an. Yang ditekankan adalah eksistensi manusia sebagai hamba, sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Sebagaimana Firman Allah dalam surat al-An’am: 165: وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلاَئِفَ الأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ العِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ Manusia adalah... »

Bagaimana Sebenarnya Gender Dalam Islam? (part 2)

Tuesday, March 9, 2010
By Muhammad Makmun

Kilas balik Wanita Pra Islam Masa Mesopotamia Subordinasi atas wanita Timur Tengah kuno tampaknya telah dilembagakan seiring dengan kebangkitan masyarakat perkotaan dan dengan kebangkitan Negara kuno khususnya. Bertolak belakang dengan teori-teori androsentris yang mengemukakan bahwa status sosial inferior wanita didasarkan pada biologi dan alam dan dengan demikian, sudah ada selama dimiliki manusia, bukti arkeologis menunjukkan bahwa... »

Bagaimana Sebenarnya Gender dalam Islam? (part 1)

Tuesday, March 9, 2010
By Muhammad Makmun

Isu gender akhir-akhir ini semakin ramai dibicarakan, walaupun gender itu sendiri tidak jarang diartikan secara tidak pas. Menurut Sholwater dalam buku Speaking Of Gender, menyebutkan bahwa wacana gender mulai ramai dibicarakan pada awal tahun 1977, kala itu ketika sekelompok feminis di London tidak lagi memakai isu-isu lama seperti patriarchal atau sexist, melainkan menggantinya dengan... »

Bentuk Kepemimpinan Perspektif Ibn Taymiyah

Thursday, November 19, 2009
By Muhammad Makmun

Sebelum menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk kepemimpinan perspektif Ibn Taymiyah, alangkah baiknya kita terlebih dahulu melihat pemikirannya tentang arti penting keberadaan seorang pemimpin (kewajiban mengangkat pemimpin). Menurut Ibn Taymiyah, dalam karyanya Al-Siyasah al-Shar’iyah fi Islah al-Ra’i wa al-Ra’iyah kepemimpinan merupakan salah satu dari kewajiban agama. Hal ini dikarenakan iqamat al-Din tidak mungkin direalisasikan, kecuali dengan... »

Prosedur Pengangkatan Pemimpin

Thursday, November 19, 2009
By Muhammad Makmun

Meskipun Ibn Taymiyah tidak secara khusus membahas bagaimana sistem pengangkatan kepala negara, ia menolak doktrin Shi’ah yang berpendapat bahwa adanya nas penetapan Ali sebagai imam sesudah nabi Muhammad Saw. Sejarah telah mencatat bahwa Abu Bakar adalah pemimpin setelah Rasulullah Saw., wafat. Ia mendapatkan bay’at Umar bin Khatab dan empat orang. Seorang pemimpin ditetapkan dan... »

Inilah Hamman dan Qarun Masa Kini

Thursday, November 12, 2009
By Muhammad Makmun

Setelah pembahasan mengenai Fir’awn yang lalu, sekarang saatnya melengkapinya dengan pembahasan mengenai Hamman dan Qarun. Sebab membahas Fir’awn rasanya tidak lengkap jika tidak menyertakan mereka. Jika Fir’awn adalah sebuah gelar bagi penguasa yang tirani dan dictator, maka Hamman juga sama, Menurut M. Syahrur, seorang cendekiawan Muslim dari Syria mengatakan Hamman bukanlah nama personal yang ada... »

Inilah Fir’awn

Wednesday, November 11, 2009
By Muhammad Makmun

Mendengar kata Fir’awn, tentu dibenak kepala setiap orang akan tertuju kepada sosok raja yang kaya raya dan amat kejam dimasa Nabi Musa As. Bahkan Fir’awn telah berani mengumumkan diri sebagai Tuhan, dan bagi mereka yang tidak mau menyembahnya pasti akan berakhir dengan kematian. Namun demikian, apakah Fir’awn hanya sebatas pada Fir’awn yang ada pada... »

Persamaan Pemikiran Ibn Taymiyah dan Muhammad Syahrur

Saturday, August 15, 2009
By Muhammad Makmun

Persamaan pemikiran antara Ibn Taymiyah dengan Muhammad Shahrur, terletak pada tidak adanya penggunaan term khilafah atau imamah dalam pemikiran mereka tentang kepemimpinan politik dalam Islam, hal ini dikarenakan kondisi masyarakat dan masa keduanya berbeda. Persamaan lainnya, keduanya menekankan pentingnya aspek musyawarah dalam rangka menyelesaikan semua persoalan, baik persoalan agama, atau politik. Keduanya juga memberi... »

Mengenal Muhammad Ibnu Abdul Wahhab

Monday, June 15, 2009
By Muhammad Makmun

Nama lengkap beliau adalah Muhammad ibnu Abdul Wahhab bin Sulaiman. Lahir pada tahun 1115 H di kota Uyainah, 70 Km disebelah Barat Daya Riyadh, ibukota kerajaan Saudi Arabia. Beliau terlahir dari keluarga yang sangat terhormat dan terpelajar, di mana ayah dan kakeknya merupakan ulama yang sangat terkenal, disegani dan banyak mempunyai pengalaman dalam mengajar, menulis... »