Inilah Ketenangan Hakiki

Saturday, July 24, 2010
By Muhammad Makmun

Manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah dalam hidupnya. Problem hidup bisa datang dari keluarga, tempat kerja, lingkungan sekitar dan lain-lain. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya. Ada yang melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kasus pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri, dan ada pula yang melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan yang demikian, amin.

Ingat! Ada satu hal yang tidak mereka rasakan, yaitu ketenangan hidup hakiki, bukan ketenangan sesaat dengan mengkonsumsi narkoba, pergi ke tempat-tempat hiburan, dan lain-lain. Untuk itu ketenangan jiwa yang hakiki merupakan faktor penting dalam mencapai kehidupan yang lebih bermakna, baik bagi keluarga, tetangga, bangsa, agama, dan diri kita sendiri. Dengan jiwa yang tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Untuk itu, secara tersurat, al-Qur’an menyebutkan beberapa kiat praktis, seperti dzikrullah.

Dzikrullah memiliki arti selalu ingat kepada Allah dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan. Bila seseorang menyebut nama Allah, ketenangan jiwa akan diperolehnya. Ketika berada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta’awudz (mohon perlindungan Allah), dia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istighfar atau taubat, dia menjadi tenang kembali karena merasa telah diampuni dosa-dosanya itu. Ketika mendapatkan kenikmatan yang berlimpah lalu dia berdzikir dengan menyebut hamdalah, maka dia akan meraih ketenangan karena dapat memanfaatkannya dengan baik dan begitulah seterusnya sehingga dengan dzikir, ketenangan jiwa akan diperoleh seorang muslim, Allah berfirman yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tentram” (13:28).

Untuk mencapai ketenangan jiwa, dzikir tidak hanya dilakukan dalam bentuk menyebut nama Allah melalui lisan, tapi juga dzikir dengan hati dan perbuatan. Karena itu, seorang mu’min selalu berdzikir kepada Allah dalam berbagai kesempatan, baik duduk, berdiri maupun berbaring.

Dzikir dengan hati membuat seseorang merasa selalu dekat dengan Allah, merasa diawasi, merasa tidak sendirian, dan merasa rendah diri. Sedangkan dzikir dengan perbuatan, dalam artian mempraktekkan dzikrullah dengan cara mengasihi sesama makhluk Allah, dan melestarikan lingkungan sebagai ciptaan Allah.

(tulisan ini pernah dimuat di majalah Amal Shaleh)

Tags: ,

Leave a Reply